Connect with us

Dunia Islam

Negara-Negara Arab Kecam Aksi Menteri Israel di Masjid Al-Aqsa

Published

on

sukabumiNews.id, YERUSALEM – Sejumlah negara Arab dan kelompok Palestina mengecam aksi Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Senin.

Reaksi tersebut muncul setelah Direktorat Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan Ben-Gvir memasuki kompleks masjid melalui Gerbang Maroko dan berkeliling di halaman Al-Aqsa.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam tindakan itu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia.”

Qatar juga menegaskan penolakannya terhadap upaya mengubah status historis dan hukum Masjid Al-Aqsa serta menyerukan komunitas internasional untuk menghadapi pelanggaran berulang Israel di Yerusalem.

BACA JugaUlama Pakistan Desak Pemerintah Muslim Lancarkan Jihad Militer Melawan Isrel

Yordania turut mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kemanusiaan,” provokasi yang tidak dapat diterima, serta pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa.

Advertisement

Kementerian Luar Negeri Yordania menuduh Israel sebagai “kekuatan pendudukan di Yerusalem yang diduduki” berupaya memberlakukan pembagian waktu dan wilayah di kompleks tersebut, sekaligus mengecam penutupan berkelanjutan Masjid Al-Aqsa bagi jamaah Muslim.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menggambarkan aksi Ben-Gvir sebagai “serangan terang-terangan,” yang terjadi saat otoritas Israel terus melarang jamaah Muslim memasuki lokasi tersebut.

BACA JugaNetanyahu Sebut Arab Dulu yang Ingin Menghancurkan Israel Kini Telah Jadi Teman

Kementerian tersebut menyatakan bahwa aksi berulang oleh para menteri dari pemerintahan sayap kanan Israel merupakan “serangan terhadap situs keagamaan yang secara eksklusif milik umat Muslim,” serta menyerukan tindakan mendesak dari negara Arab, dunia Islam, dan komunitas internasional untuk melindungi Masjid Al-Aqsa.

Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyatakan langkah terbaru Ben-Gvir mencerminkan upaya Israel untuk menerapkan kebijakan “Yudaisasi” dan kontrol penuh atas kompleks masjid.

Abdul Rahman Shadid, salah satu pemimpin Hamas, mengatakan aksi tersebut—yang dilakukan saat Masjid Al-Aqsa telah ditutup bagi umat Muslim selama lebih dari satu bulan—merupakan “kebijakan pendudukan terorganisasi paling berbahaya” terhadap situs tersebut.

Advertisement

Otoritas Israel telah menutup Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Kudus selama 38 hari berturut-turut dengan alasan “keadaan darurat” sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari.

BACA JugaWamenlu Iran: Serangan Balasan atas Pembunuhan Ismail Haniyeh Bakal Jadi Pukulan Besar bagi Israel

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.

Advertisement
Exit mobile version