Connect with us

Internasional

Korea Utara Akan Pertahankan Senjata Nuklir Selamanya

Published

on

Pendirian Korea Utara ini berseberangan dengan upaya Korea Selatan.

PYONGYANG (KBSN) – Korea Utara menegaskan akan mempertahankan senjata nuklirnya “selamanya”. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui pada Kamis (24/9/2026).

Pernyataan itu sekaligus menolak kembali seruan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung agar Semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir.

Korea Utara telah menetapkan dalam undang-undang bahwa Korea Utara berstatus sebagai negara bersenjata nuklir. Para pemimpinnya juga berulang kali menyatakan bahwa persenjataan nuklir negara itu bersifat permanen dan tidak dapat diubah.

Pernyataan Choe disampaikan sehari setelah Presiden Lee Jae Myung mengatakan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa ia ingin menghentikan pengembangan lebih lanjut kemampuan persenjataan Pyongyang dan pada akhirnya mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas dari senjata nuklir.

Advertisement

“Saya kembali menegaskan dengan nada paling tegas tekad kukuh negara kami untuk mempertahankan senjata nuklir sepanjang masa,” kata Choe dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), sebagaimana dikutip Liputan6.

BACA Juga: Presiden Prabowo Saksikan 10 MoU RI-Korea di Blue House

Ia menambahkan, status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah dalam keadaan apa pun dan akan tetap demikian selamanya.

“Bagi pihak lain, konfrontasi dan dialog mungkin bisa berjalan berdampingan. Namun, bagi DPRK, hal itu tidak pernah menjadi pilihan yang dapat dipertimbangkan,” tutur Choe, menggunakan singkatan nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Choe menambahkan, status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir akan tetap “abadi”, terlepas dari apa pun yang dikatakan pihak-pihak yang dianggap bermusuhan.

Advertisement

Dalam pidatonya di PBB, Presiden Lee Jae Myung, yang berulang kali berupaya menghidupkan kembali dialog dengan Korea Utara, mengatakan pula pihaknya akan “meletakkan dasar” bagi dimulainya kembali dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) yang telah lama terhenti.

Presiden Korea Selatan itu pada pekan lalu mengatakan Presiden AS Donald Trump jelas menginginkan dialog dengan Pyongyang.

Trump, yang tiga kali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden, mengatakan pada bulan lalu bahwa ia berencana kembali bertemu Kim Jong Un pada akhir tahun ini.

Dalam perkembangan terpisah, Pyongyang pada Kamis mengatakan telah menguji roket berpemandu kaliber 240 mm yang diluncurkan dari sistem peluncur roket ganda pada 22 September.

Advertisement

KCNA menyebut senjata tersebut mampu menjangkau sasaran hingga sejauh 115 kilometer.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Son Gyong dijadwalkan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Senin (28/9).

BACA Juga: Indonesia Inisiasi Joint Statement tentang Keselamatan dan Keamanan Pasukan Perdamaian PBB

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave your comments or replies. The 10 best comments will get rewards

Advertisement
Advertisement

Discover more from Kantor Berita Sukabumi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading