Internasional
Iran Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Lima Negara Teluk
DOHA (KBSN) – Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di lima negara Teluk, yakni Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman, sebagai balasan atas gelombang serangan udara terbaru AS terhadap sasaran militer di wilayah Iran. Serangan yang terjadi pada Sabtu (12/7/2026) itu menandai eskalasi terbesar dalam konflik Iran–AS dalam beberapa bulan terakhir dan memicu kekhawatiran meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.
Dilansir Al Jazeera (12/7), rudal-rudal tersebut diarahkan ke fasilitas militer AS yang berada di lima negara Teluk yang selama ini menjadi lokasi penempatan pasukan dan aset pertahanan Washington.
Selain melancarkan serangan, Teheran juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, setelah menuding Amerika Serikat melanggar nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang ditandatangani pada Juni lalu.
BACA Juga: Trump Kaji Opsi Serangan Militer Baru ke Iran
Serangan Iran terjadi hanya beberapa jam setelah militer AS melancarkan gelombang baru serangan udara yang diklaim menargetkan fasilitas militer, sistem rudal, dan infrastruktur pertahanan Iran.
Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran setelah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial dan kepentingan AS di kawasan.
Akibat serangan balasan Iran, sirene peringatan berbunyi di sejumlah negara Teluk. Pemerintah Qatar melaporkan sedikitnya tiga orang mengalami luka ringan akibat serpihan rudal yang jatuh, sementara otoritas Bahrain, Kuwait, UEA, dan Oman mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegat rudal serta drone yang memasuki wilayah udara mereka. Sejumlah penerbangan sempat dialihkan dan aktivitas di beberapa pangkalan militer AS ditangguhkan sementara.
Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons langsung terhadap aksi militer Amerika Serikat.
BACA Juga: Turkiye Kecam Serangan Militer Israel di Selatan Suriah, Desak Penghentian Segera
“Serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan adalah balasan atas agresi militer Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran. Selama serangan terhadap Iran terus berlanjut, kepentingan militer Amerika di kawasan akan tetap menjadi sasaran kami,” demikian pernyataan IRGC.
Di Washington, Presiden Donald Trump mengecam tindakan Iran dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap upaya meredakan konflik. Meski demikian, Trump menyatakan jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup dan pemerintahannya masih membuka kemungkinan melanjutkan pembicaraan dengan Teheran apabila serangan dihentikan.
Konflik terbaru juga berdampak pada stabilitas ekonomi kawasan. Penutupan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama ekspor minyak dan gas dunia.
Sejumlah perusahaan pelayaran mulai menunda pelayaran menuju Teluk Persia, sementara pasar energi internasional mengantisipasi potensi gangguan distribusi apabila eskalasi terus berlanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat. Namun, sejumlah negara Teluk mengutuk serangan Iran sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah mereka dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri demi mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. (Hanoum/Arrahmah)
BACA Juga: Tidak Disangka, Negara Maju Ini Dulu Bagian dari Indonesia
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © KBSN 2026

You must be logged in to post a comment Login