Internasional
Kantor 2 Senator Demokrat Digeruduk Massa Tolak Penjualan Senjata AS Senilai 600 Juta ke Israel
NEWS YORK, AS (KBSN) – Kantor 2 Senator Demokrat digeruduk lebih dari 100 massa demonstran yang menentang penjualan senjata buatan Amerika Serikat (AS) senilai 600 juta ke Israel. Massa berusaha menduduki salah satu kantor di Manhattan milik Pemimpin Demokrat Senat AS Chuck Schumer dan Senator Kirsten Gillibrand.
Newsweek melaporkan, para demonstran tersebut mendukung resolusi untuk menolak penjualan senjata AS ke Israel. Resolusi itu diajukan Senator Bernie Sanders, anggota Senat AS independen dari Vermont.
Resolusi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kelaparan dan kondisi kemanusiaan di Gaza itu, didukung setengah anggota Senat Demokrat, tetapi Schumer dan Gillibrand justru menolak.
Setelah polisi menghalangi demonstran memasuki gedung, para pengunjuk rasa bergerak ke luar dan memblokir arus lalu lintas. Mereka juga meneriakkan seruan “danai rakyat, bukan bom.”
Para demonstran itu kemudian ditangkap polisi dan diangkut ke dalam tiga bus.
“Tindakan kita penting dalam membentuk jalannya sejarah. Senator Schumer dan Gillibrand telah berulang kali mendukung penjualan senjata ke Israel yang digunakan untuk melakukan kekejaman di seluruh Palestina, Lebanon, dan Iran. Kami menyerukan kepada Senator Schumer dan Gillibrand untuk mengikuti kehendak warga New York dan memberikan suara untuk memblokir penjualan senjata dan buldoser ke Israel,” kata aktivis Chelsea Manning yang juga ikut ditangkap.
BACA Juga: Tentara Iran Lancarkan Serangan Drone ke Target Israel di Bandara Ben Gurion
Manning diketahui juga sebagai salah satu mantan prajurit AS sekaligus pelapor atau whistleblower yang membocorkan sejumlah kekejaman militer AS, termasuk memberikan catatan gelap dari perang AS di Irak dan Afghanistan.
Salah satunya Manning sempat merilis dokumen “Reykjavik 13” di situs WikiLeaks pada Februari 2010. Dokumen itu berisi percakapan diplomat AS yang digambarkan “menekan” pejabat Pemerintah Islandia.
Selain Manning, menurut juru bicara Jewish Voice for Peace, aktor Hari Nef dan Anggota Dewan Kota New York Alexa Avilés yang terlibat dalam demonstrasi ini ikut diamankan.

Muhammad dan Abdel, dua bocah Gaza menjadi cacat atau disabilitas setelah kamp pengungsian di sekolah UNRWA di Nuseirat tempatnya berlindung terkena serangan militer Israel pada 2024. (Foto UNRWA)
Demonstrasi ini terjadi ketika Israel meneruskan operasi militernya membombardir Lebanon dan mengekang Gaza membuat krisis kemanusiaan baru di wilayah Palestina tersebut.
Sebuah jajak pendapat terbaru dari Pew Research Center menemukan bahwa 60 persen warga AS memandang Israel secara negatif, meningkat dari 42 persen pada tahun 2022.
BACA Juga: Negara-Negara Arab Kecam Aksi Menteri Israel di Masjid Al-Aqsa
Sementara seruan untuk AS membatasi atau mensyaratkan penjualan senjata ke Israel telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Pemerintah AS tetap memilih menjadi sekutu dekat Israel; dengan melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari.
Dalam demonstrasi di Manhattan ini, pengunjuk rasa juga menyerukan kepada para senator AS untuk menolak dana tambahan sebesar 100 miliar dolar AS yang diminta Presiden AS Donald Trump untuk pendanaan melancarkan perang terhadap Iran.
Jewish Voice for Peace mengatakan, lebih dari 300 orang berpartisipasi dalam demonstrasi itu. (VOI)
Editor: AM
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.

You must be logged in to post a comment Login